Wednesday, February 1, 2012

Contoh Proposal Skripsi Ekonomi

Contoh Proposal Skripsi Ekonomi - Pada kesempatan kali ini saya mencoba memberikan Contoh Proposal Skripsi Ekonomi setelah beberapa saat lalu saya memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Skripsi yang secara keseluruhan.Untuk yang ingin mengambil Skripsi Ekonomi,kali ini adalah Contoh Proposal Skripsi Ekonomi.

Berikut ini adalah Contoh Proposal Skripsi Ekonomi yang dapat saya berikan untuk teman - teman semua yang mencari artikel mengenai Proposal Skripsi Ekonomi :

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendapatan Asli Daerah merupakan penerimaan dari pungutan pajak daerah, retribusi daerah, hasil dari perusahaan daerah, penerimaan dari dinas-dinas dan penerimaan lainnya yang termasuk dalam pendapatan asli daerah yang bersangkutan, dan merupakan pendapatan daerah yang sah. Semakin tinggi peranan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam pendapatan daerah merupakan cermin keberhasilan usaha-usaha atau tingkat kemampuan daerah dalam pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Penerimaan pemerintah daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan berasal dari beberapa sumber, salah satu sumber penerimaan itu adalah pajak. Untuk dapat membiayai dan memajukan daerah tersebut, antara lain dapat ditempuh suatu kebijaksanaan yang wajib setiap orang membayar pajak sesuai dengan kewajibannya.

Salah satu potensi penting dari suatu daerah adalah pajak. Pajak daerah adalah pajak yang ditetapkan oleh daerah untuk kepentingan pembiayaan rumah tangga pemerintah daerah tersebut. Penerimaan potensial sumber Pendapatan Asli Daerah hanya sebahagian dari beberapa pajak dalam arti disini pajak daerah itu tidak semuanya terlaksana secara efisien. Hal ini terbukti karena untuk pemerintah daerah salah satu penerimaan yang potensial berasal dari pajak hotel dan restoran, pajak tontonan, pajak reklame. Semakin tinggi peranan Pendapatan Asli Daerah merupakan cerminan keberhasilan usaha atau tingkat kemampuan daerah dalam membiayai penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan. Pajak hotel dan restoran memberikan hasil yang cukup besar dan dikarenakan didasarkan persentase tertentu atas uang masuk (10% atau 15% didaerah pariwisata), cukup elastis dalam praktek karena bagian terbesar hotel dan restoran kecil-kecil tidak memberikan kwitansi, uang masuk harus diperiksa, dan harus dilakukan secara berkala agar penerimaan tidak dikalahkan oleh inflasi.

Berdasarkan undang-undang No. 18 Tahun 1997 tentang pajak Hotel dan Restoran menjelaskan pajak atau pungutan yang dikenakan bagi pemilik rumah penginapan, rumah makan, pembayaran Hotel dan Restoran. Jadi secara umum pajak Hotel dan Restoran merupakan pungutan atas pembayaran rumah makan dan rumah penginapan yang terdiri dari hotel, losmen, wisma, dan restoran. Dengan demikian pajak Hotel dan Restoran cukup potensial dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga karena presentase tertentu atas uang masuk, dalam pelaksanaannya bagian terbesar dari pajak ini berasal dari hotel dan restoran . dalam undang-undang No. 5 Tahun 1974 pengertian perusahaan daerah untuk memperkembangkan perekonomian daerah dan untuk menambah penghasilan daerah. Dari kutipan diatas ada dua fungsi pokok perusahaan daerah. Pertama, sebagai dinamisator perekonomian daerah yang berarti harus mampu memberikan rangsangan bagi perkembangan perekonomian daerah. Kedua, sebagai penghasilan Pendapatan Daerah. Ini berarti perusahaan daerah harus mampu memberikan manfaat ekonomi sehingga terjadi keuntungan yang dapat disetorkan ke kas daerah. Untuk dapat menyelenggarakan fungsi yang optimal diperlukan dukungan dana yang cukup besar guna untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang antara lain diperoleh dari berbagai jenis pajak daerah, retribusi, hasil investasi dan kegiatan bisnis.

Dalam usaha menopang eksistensi otonomi daerah yang maju sejahtera, mandiri, berkeadilan, kota Yogyakarta dihadapkan pada suatu tantangan dalam mempersiapkan strategi dalam perencanaan pembangunan yang akan diambil. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan yang tepat dengan memperhatikan potensi yang dimilikinya terutama dalam mengidentifikasi keterkaitan antara sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan sektor yang lainnya. Kota Yogyakarta dengan keterbatasan sumber daya alam yang ada mempunyai sektor-sektor yang berpotensi untuk dikembangkan, misalnya sektor industri dan penyediaan sektor jasa. Pariwisata yang merupakan salah satu andalan kota Yogyakarta adalah satu potensi yang memberikan kontribusi baik langsung maupun tidak langsung terhadap sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Dari sisi kewilayahan, perkembangan ekonomi di wilayah Propinsi DIY terjadi lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Efek kenaikan BBM pada penghujung 2005, gempa bumi dan kemarau panjang di tahun 2006 merupakan salah satu sebab terjadinya perlambatan tersebut. Hanya Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul yang mengalami pertumbuhan ekonomi sedikit di atas pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya. Berdasarkan sumbangannya terhadap PDRB DIY, pada tahun laporan keuangan perekonomian DIY terbesar merupakan kontribusi dari Kabupaten Sleman (30,44%) dan secara berurutan diikuti oleh Kota Yogyakarta (26,28%), Kabupaten Bantul (18,82%), Kabupaten Gunungkidul (15,87%), dan Kabupaten Kulonprogo (8,58%).

Ekonomi dengan konsentrasi tinggi seperti di Kota Yogyakarta ini membuktikan adanya urban bias yang menunjukkan kecendrungan bahwa para pelaku ekonomi melakukan kegiatan didaerah perkotaan, atau daerah yang relatif dekat tempat pemasaran hasil serta lancarnya perdagangan dengan pemilikan infrastruktur yang paling lengkap. Faktor lainnya kota yogyakarta sebagai ibukota propinsi sehingga faktor demografi seperti jumlah penduduk yang besar, tingkat pendidikan/kesehatan jelas lebih baik dan faktor dinamis lainnya, sebagai penyebab posisi ekonomi yang kuat. Sektor perdagangan termasuk hotel dan restoran/warung makan menyumbang cukup berarti bagi kelebihan perekonomian Kota Yogyakarta.

Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran merupakan sektor potensial di Kota Yogyakarta, sehingga dengan adanya potensi tersebut diharapkan kontribusi yang diberikan oleh sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dapat memacu pembangunan ekonomi di Kotamadya Yogyakata pada khususnya dan Propinsi DIY pada umumnya.

Diharapkan Contoh Proposal Skripsi Ekonomi ini dapat membantu mahasiswa dalam penyusunan draf skripsi dengan lebih mudah.Sekian informasi sederhana saya mengenai Contoh Proposal Skripsi Ekonomi.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment