Thursday, November 3, 2011

Komponen Sistem Informasi Geografi

Komponen Sistem Informasi Geografi - Pada artikel sederhana saya kali ini saya akan sedikit membagikan mengenai Komponen Sistem Informasi Geografi.Jika teman - teman belum mengerti mengenai apa itu Sistem Informasi Geografi teman - teman bisa membaca pada artikel lain saya mengenai Pengertian Sistem Informasi Geografi.

Jika sudah membaca artikel diata,mari kita lihat beberapa Komponen Sistem Informasi Geografi.Komponen SIG terdiri dari :
1. Perangkat keras (hardware)
Perangkat keras untuk SIG meliputi perangkat keras yang bekerja sebagai :

  • Pemasukan data
  • Pemrosesan data
  • Penyajian hasil
  • Penyimpanan (storage)

2. Perangkat lunak (software)
Software SIG harus memiliki spesifikasi sebagai :

  • Merupakan Database Management System (DBMS)
  • Fasilitas untuk input dan manipulasi data geografis
  • Fasilitas untuk query, analisis, dan visualisasi.
  • Graphical User Interface (GUI) yang baik untuk mempermudah akses fasilitas yang ada.

3. Data
Data SIG atau disebut data geospatial dibedakan menjadi data grafis (geometris) dan data attribute (data tematik). Data grafis mempunyai tiga elemen : titik (node), garis(arc), dan luasan/ area(polygon), dalam bentuk vector ataupun raster yang mewakili geometri topologi, ukuran, bentuk, posisi, dan arah. 7(tujuh) fenomena geografis yang dapat diwakili dalam bentuk titik, garis, dan polygon/area, yaitu: data kenampakan, unit area, jaringan topologi, catatan sampel, data permukaan bumi, label/teks pada data, symbol data.

4. Sumber Daya Manusia
Teknologi GIS tidaklah bermanfaat tanpa manusia yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi nyata. Suatu proyek SIG akan berhasil jika di manage dengan baik dan dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki keakhlian yang tepat pada semua tingkatan.

Sekian informasi sederhana saya ini mengenai Komponen Sistem Informasi Geografi.


Pengertian Sistem Informasi Geografi

Pengertian Sistem Informasi Geografi - Setelah beberapa saat lalu saya menuliskan mengenai Sistem Informasi Manajemen Pendidikan pada kesempatan kali ini saya akan sedikit memberikan sesuatu hal yang baru saya ketahui mengenai Sistem Informasi yaitu Pengertian Sistem Informasi Geografi.Daripada ilmu dapat terlupakan,lebih baik saya tuliskan Pengertian Sistem Informasi Geografi dalam blog sederhana saya ini.

Sistem Informasi Geografi atau Geographic Information System adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja (Barus dan Wiradisastra, 2000). 

Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu, SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.

Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu sistem manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi (Nurshanti, 1995).

Pengertian GIS/SIG saat ini lebih sering diterapkan bagi teknologi informasi spasial atau geografi yang berorientasi pada penggunaan teknologi komputer. Dalam hubungannya dengan teknologi komputer, Arronoff (1989) dalam Anon (2003) mendifinisikan SIG sebagai sistem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), memanipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). 

Sedangkan Burrough, 1986 mendefinisikan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan. Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi kedalam 4 komponen utama yaitu: perangkat keras (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan pemakai (user). Kombinasi yang benar antara keempat komponen utama ini akan menentukan kesuksesan suatu proyek pengembangan Sistem Informasi Geografis.

Aplikasi SIG dapat digunakan untuk berbagai kepentingan selama data yang diolah memiliki refrensi geografi, maksudnya data tersebut terdiri dari fenomena atau objek yang dapat disajikan dalam bentuk fisik serta memiliki lokasi keruangan (Indrawati, 2002).

Tujuan pokok dari pemanfaatan Sistem Informasi Geografis adalah untuk mempermudah mendapatkan informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Ciri utama data yang bisa dimanfaatkan dalam Sistem Informasi Geografis adalah data yang telah terikat dengan lokasi dan merupakan data dasar yang belum dispesifikasi (Dulbahri, 1993).

Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital, dengan demikian analisis yang dapat digunakan adalah analisis spasial dan analisis atribut. Data spasial merupakan data yang berkaitan dengan lokasi keruangan yang umumnya berbentuk peta. Sedangkan data atribut merupakan data tabel yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai objek sebagai data spasial.

Penyajian data spasial mempunyai tiga cara dasar yaitu dalam bentuk titik, bentuk garis dan bentuk area (polygon). Titik merupakan kenampakan tunggal dari sepasang koordinat x,y yang menunjukkan lokasi suatu obyek berupa ketinggian, lokasi kota, lokasi pengambilan sample dan lain-lain. Garis merupakan sekumpulan titik-titik yang membentuk suatu kenampakan memanjang seperti sungai, jalan, kontus dan lain-lain. Sedangkan area adalah kenampakan yang dibatasi oleh suatu garis yang membentuk suatu ruang homogen, misalnya: batas daerah, batas penggunaan lahan, pulau dan lain sebagainya.

Struktur data spasial dibagi dua yaitu model data raster dan model data vektor. Data raster adalah data yang disimpan dalam bentuk kotak segi empat (grid)/sel sehingga terbentuk suatu ruang yang teratur. Data vektor adalah data yang direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon) (Barus dan Wiradisastra, 2000).

Lukman (1993) menyatakan bahwa sistem informasi geografi menyajikan informasi keruangan beserta atributnya yang terdiri dari beberapa komponen utama yaitu:

1. Masukan data merupakan proses pemasukan data pada komputer dari peta (peta topografi dan peta tematik), data statistik, data hasil analisis penginderaan jauh data hasil pengolahan citra digital penginderaan jauh, dan lain-lain. Data-data spasial dan atribut baik dalam bentuk analog maupun data digital tersebut dikonversikan kedalam format yang diminta oleh perangkat lunak sehingga terbentuk basisdata (database). Menurut Anon (2003) basisdata adalah pengorganisasian data yang tidak berlebihan dalam komputer sehingga dapat dilakukan pengembangan, pembaharuan, pemanggilan, dan dapat digunakan secara bersama oleh pengguna.

2. Penyimpanan data dan pemanggilan kembali (data storage dan retrieval) ialah penyimpanan data pada komputer dan pemanggilan kembali dengan cepat (penampilan pada layar monitor dan dapat ditampilkan/cetak pada kertas).

3. Manipulasi data dan analisis ialah kegiatan yang dapat dilakukan berbagai macam perintah misalnya overlay antara dua tema peta, membuat buffer zone jarak tertentu dari suatu area atau titik dan sebagainya. Anon (2003) mengatakan bahwa manipulasi dan analisis data merupakan ciri utama dari SIG. Kemampuan SIG dalam melakukan analisis gabungan dari data spasial dan data atribut akan menghasilkan informasi yang berguna untuk berbagai aplikasi

4. Pelaporan data ialah dapat menyajikan data dasar, data hasil pengolahan data dari model menjadi bentuk peta atau data tabular. Menurut Barus dan wiradisastra (2000) Bentuk produk suatu SIG dapat bervariasi baik dalam hal kualitas, keakuratan dan kemudahan pemakainya. Hasil ini dapat dibuat dalam bentuk peta-peta, tabel angka-angka: teks di atas kertas atau media lain (hard copy), atau dalam cetak lunak (seperti file elektronik).

Menurut Anon (2003) ada beberapa alasan mengapa perlu menggunakan SIG, diantaranya adalah:

1. SIG menggunakan data spasial maupun atribut secara terintegrasi

2. SIG dapat digunakansebagai alat bantu interaktif yang menarik dalam usaha meningkatkan pemahaman mengenai konsep lokasi, ruang, kependudukan, dan unsur-unsur geografi yang ada dipermukaan bumi.

3. SIG dapat memisahkan antara bentuk presentasi dan basis data

4. SIG memiliki kemampuan menguraikan unsur-unsur yang ada dipermukaan bumi kedalam beberapa layer atau coverage data spasial

5. SIG memiliki kemapuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial berikut atributnya

6. Semua operasi SIG dapat dilakukan secara interaktif

7. SIG dengan mudah menghsilkan peta-peta tematik

8. semua operasi SIG dapat di costumize dengan menggunakan perintah-perintah dalam bahaa script.

9. Peragkat lunak SIG menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak lain

10. SIG sangat membantu pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang spasial dan geoinformatika.

Barus dan Wiradisastra (2000) juga mengungkapkan bahwa SIG adalah alat yang handal untuk menangani data spasial, dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital sehingga data ini lebih padat dibanding dalam bentuk peta cetak, tabel atau dalam bentuk konvensional lainnya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan meringankan biaya yang diperlukan.

Sarana utama untuk penanganan data spasial adalah SIG. SIG didesain untuk menerima data spasial dalam jumlah besar dari berbagai sumber dan mengintergrasikannya menjadi sebuah informasi, salah satu jenis data ini adalah data pengindraan jauh. Pengindraan jauh mempunyai kemampuan menghasilkan data spasial yang susunan geometrinya mendekati keadaan sebenarnya dengan cepat dan dalam jumlah besar. Barus dan Wiradisastra (2000) mengatakan bahwa SIG akan memberi nilai tambah pada kemampuan pengindraan jauh dalam menghasilkan data spasial yang besar dimana pemanfaatan data pengindraan jauh tersebut tergantung pada cara penanganan dan pengolahan data yang akan mengubahnya menjadi informasi yang berguna.sekian informasi saya mengenai Pengertian Sistem Informasi Geografi.

Wednesday, November 2, 2011

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan - Pada kali ini saya akan sedikit membagikan ilmu mengenai Sistem Informasi Manajemen Pendidikan.Contoh Sistem Informasi Manajemen Pendidikan ini saya ambil dari berbagai macam buku yang pada pakhirnya saya rangkum dan menjadi sebuah artikel Sistem Informasi Manajemen Pendidikan.


Perkembangan Teknologi kehidupan dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti E-Commerce, E-Government, E-Education, E-Library, E-Journal, E-Medicine, E-Laboratory, E-Biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan menjadi faktor penting untuk meningkatkan pelayanan sekaligus penghematan bagi Pendidikan dan kini telah menjadi salah satu standar mutu sebuah Pendidikan. Otomatisasi/komputerisasi sistem pelayanan dan sistem informasi manajemen merupakan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah ini. Banyak lembaga Pendidikan dan Pendidikan telah mendapat manfaat dari peralatan canggih ini.

Dengan kemajuan perkembangan Pendidikan di Indonesia, baik dari aspek administratif atau teknologi, maka proses pelayanan Pendidikan di Indonesia dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk mengembangkan mutu Pendidikan dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung, dimana salah satu fasilitas pendukung tersebut adalah aplikasi teknologi informasi dalam bidang sistem informasi manajemen Pendidikan.

Sekian dulu informasi sederhana saya ini,semoga teman - teman dapat mengerti apa yang saya tulis dan saya berikan pada blog sederhana saya ini.Sekian informasi sederhana saya mengenai Sistem Informasi Manajemen Pendidikan.

Contoh Skripsi Sistem Informasi


Contoh Skripsi Sistem Informasi - Pada kesempatan yang lalu saya sudah memberikan sedikit artikel mengenai Contoh Sistem Informasi Perpustakaan oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membagikan beberapa Contoh Skripsi Sistem Informasi.Silahkan dipelajari beberapa Contoh Skripsi Sistem Informasi yang saya berikan ini.

Sistem informasi adalah suatu sistem aplikasi dari komputer untuk mendukung sistem opersional dari suatu organisasi, misalnya sekumpulan hardware, instalasi, perangkat lunak dan data.Pada kali ini saya akan sedikit memberikan beberapa Contoh Skripsi Sistem Informasi.

Dalam perkembangannya, sistem informasi banyak memberi kemudahan baik dalam dunia bisnis, pendidikan dan pemerintahan. Karena itu jika ingin membuat skripsi sistem informasi ini dapat mengambil judul tema yang terjadi dengan pemberitaan akhir-akhir ini.

Berikut ini adalah beberapa Contoh Skripsi Sistem Informasi.
  1. Membuat judul. Menulis nama judul, nama penulis, nama kampus dan nomor induk mahasiswa. Judul harus yang berkaitan dengan dunia sistem informasi, misalnya Sistem Pembuatan KTP Biasa menjadi KTP Elektronik
  2. Membuat pendahuluan/latar belakang masalah. Bagaimana metode yang tepat agar masyarakat menyiapkan diri dengan system pembuatan KTP terbaru.
  3. Pembahasan masalah. Membuat penjelasan masalah-masalah yang mungkin akan menjadi suatu pro dan kontra.
  4. Perumusan masalah. Membuat jalan keluar dari masalah-masalah yang ada serta pembahasan masalah-masalah agar sistem ini mempermudah pendataan penduduk Indonesia.
  5. Tujuan dan manfaat penelitian. Menerangkan dari manfaat sistem ini bukan hanya untuk memanfaat kemajuan teknologi tetapi juga untuk kemajuan mendata kependudukan masyarakat Indonesia.
  6. Metodelogi Penelitian. Dapat menggunakan contoh-contoh Negara di Eropa yang sudah berhasil menerapkan sistem ini.
  7. Kerangka berfikir. Membuka pemikiran baru tentang pentingnya perubahan KTP ini agar memberi banyak kemudahan bagi semua orang.
  8. Landasan Teori.Dengan lebih mengutamakan pemanfaatan sistem informasi ini diharapkan agar Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi.
  9. Hipotesis. Memberikan jawaban-jawaban yang mungkin akan muncul dengan sistem ini.
  10. Penutup. Mengemukakan alasan-alasan yang tepat mengapa sistem ini harus diupayakan di Indonesia dan memberikan harapan-harapan yang baik.
Untuk lebih jelas,berikut ini saya berikan link beberapa Contoh Skripsi Sistem Informasi agar teman - teman dapat mengerjakan beberapa Skripsi Sistem Informasi.Silahkan download jika ingin mempelajari Contoh Skripsi Sistem Informasi.


  1. http://female.store.co.id/images/media/abstrak sistem informasi.pdf
  2. http://female.store.co.id/images/media/sistem informasi - komputer.pdf
  3. http://female.store.co.id/images/media/sistem informasi akademik - abstrak.pdf
  4. http://female.store.co.id/images/media/sistem informasi apotek - abstrak.pdf
  5. http://female.store.co.id/images/media/sistem informasi geografis.pdf
Sekian dulu informasi sederhana saya mengenai beberapa Contoh Skripsi Sistem Informasi.

Pengertian ERD Dan Normalisasi

Pengertian ERD Dan Normalisasi - Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas mengenai Pengertian ERD Dan Normalisasi.Basis data Relasional adalah kumpulan dari relasi-relasi yang mengandung seluruh informasi berkenaan suatu entitas/ objek yang akan disimpan di dalam database. Tiap relasi disimpan sebagai sebuah file tersendiri. 

Perancangan basisdata merupakan suatu kegiaatan yang setidaknya bertujuan sebagai berikut:

  • Menghilangkan redundansi data
  • Meminimumkan jumlah relasi di dalam basis data
  • Membuat relasi berada dalam bentuk normal, sehingga dapat meminimumkan permasalahan berkenaan dengan penambahan, pembaharuan dan penghapusan.

ERD adalah suatu pemodelan dari basisdata relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship.menjadi mentalist Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya. Contoh : entity Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat, dan nim. 


Diagram E-R terdiri dari:
  • Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entitas
  • Elip, menggambarkan atribut-atribut entitas
  • Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entitas
  • Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R

E-R Diagram merupakan suatu bahasa pemodelan yang dimana posisinya dapat dianalogikan dengan stroy board dalam industri film, blu print arsitektur suatu bangunan, miniatur, dan lain-lain. Dalam praktiknya, membangun suatu sistem terlebih dahulu dilakukannya suatu perencaan. Pemodelan merupakan suatu sub bagian dari perencanaan secara keseluruhan sebagai salah satu upaya feedback evaluasi perampungan suatu perencanaan. 


E-R Diagram sebagai suatu pemodelan setidaknya memiliki beberapa karakteristik dan manfaat sebagai berikut:
  • Memudahkan untuk dilakukannya analisis dan perubahan sistem sejak dini, bersifat murah dan cepat.
  • Memberikan gambaran umum akan sistem yang akan di buat sehingga memudahkan developer.
  • Menghasilkan dokumentasi yang baik untuk client sebagai bahan diskusi dengan bentuk E-R Diagram itu sendiri.
  • Kamus data bagi bagi para pengembang handy database.


Struktur dari E-R Diagram secara umum ialah terdiri dari:
  • Entitas merupakan objek utama yang informasi akan disimpan, biasanya berupa kata benda, ex; Mahasiswa, Dosen, Nasabah, Mata Kuliah, Ruangan, dan lain-lain. Objek dapat berupa benda nyata maupun abstrak.
  • Atribut merupakan deskripsi dari objek yang bersangkutan.
  • Relationship merupakan suatu hubungan yang terjalin antara dua entitas yang ada.


Kardinalitas Relasi
ERD yang mempersentasikan suatu basisdata relasional senantiasa memiliki relasi-relasi dari sejumlah entitas yang dapat ditentukan banyaknya. Banyaknya suatu relasi yang dimiliki oleh suatu relasi entitas disebut derajat relasi. Derjat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajad minimum disebut dengan modalitas. Kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misal A dan B) dapat berupa:
  • One to One, satu record dipetakan dengan satu record di entitas lain. Contoh: satu nasabah punya satu account.
  • One to Many, Satu record dapat dipetakan menjadi beberapa record di entitas lain. Contoh: satu nasabah dapat punya lebih dari satu account.
  • Many to Many, Beberapa record dapat dipetakan menjadi beberapa record di entitas lain. Contoh: satu nasabah dapat memiliki lebih dari satu account. Satu account dapat dimiliki lebih dari satu nasabah (join account).
Sekian dulu informasi sederhana saya mengenai Pengertian ERD Dan Normalisasi.

Pengertian Dasar Dan Simbol Flowchart

Pengertian Dasar Dan Simbol Flowchart - Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas mengenai Pengertian Dasar Dan Simbol Flowchart.Banyak diantara teman - teman yang sedang melaksanakan tugas akhir ataupun skripsi yang masih belum paham mengenai Pengertian Dasar Dan Simbol Flowchart.

Mari kita lihat selengkapnya mengenai Pengertian Dasar Dan Simbol Flowchart yang akan saya bahas kali ini dalam artikel sederhana saya ini.

Pengenalan Flowchart
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman.

Simbol-simbol flowchart
Flowchart disusun dengan simbol-simbol. Simbol ini dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program.

Kaidah-kaidah pembuatan Flowchart
Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya.
Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu;
• Input berupa bahan mentah
• Proses pengolahan
• Output berupa bahan jadi.
Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum urutan dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu;
 START: berisi instruksi untuk persiapan perlatan yang diperlukan sebelum menangani pemecahan masalah.
 READ: berisi instruksi untuk membaca data dari suatu peralatan input.
 PROCESS: berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
 WRITE: berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan ke perlatan output.
 END: mengakhiri kegiatan pengolahan

Sekian dulu artikel sederhana saya ini mengenai Pengertian Dasar Dan Simbol Flowchart.Semoga teman - teman dapat lebih memahami setelah membaca artikel dari saya mengenai Pengertian Dasar Dan Simbol Flowchart.

Pengertian Diagram Arus Data

Pengertian Diagram Arus DataDiagram Arus Data atau Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir ataupun lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (Jogiyanto, HM, 2005 :700).


Kesatuan Luar

Merupakan kesatuan lingkungan di luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.


Arus Data

Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. Arus data ini ditunjukkan dengan simbol panah.


Proses

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data yang akan keluar dari proses.


Simpan Data

Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
a. Suatu file atau database di sistem komputer
b. Suatu arsip atau catatan manual
c. Suatu kotak tempat data di meja seseorang
d. Suatu tabel acuan manual
e. Suatu agenda atau buku


Aturan Main DFD

1. tidak boleh mengubungkan external entity dangan external entiti secara langsung.
2. tidak boleh menghubungkan data store dengan data store secara langsung
3. tidak boleh menghubungkan entity dengan data store secara langsung
4. setiap proses harus ada data flow yang masuk dan data flow yang keluar.


Cara Membuat DFD

umum ------> detail ( TOP DOWN ANALYS )
Jabarkan proses sedetail mengkin
pelihara konsistensi antar proses
berikan label yang bermakna


Tahap Pembuatan DFD

1. diagram context : menggambarkan sistem secara global
2, diagram nol : penjabaran terperinci dari diagram context
3. diagram detail : menggambarkan proses secara terperinci dari diagram nol


Sekian dulu sedikit informasi sederhana saya ini mengenai Pengertian Diagram Arus Data.